Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

01 Desember 2009

Artikel - Kemaren adalah Sejarah, Besok adalah Misteri, Hari ini adalah Hadiah

Posted by Michael Pratama on November 20 at 8:07pm
facebook Group: KOREM GKPI Citeureup


Seandainya nii, pas kamu buka laci meja belajar kamu,, eh tiba-tiba berubah jadi mesin waktu, kayak punyanya doraemon... wah gimana tuh yah... Mendingan pergi ke masa lalu atau masa depan nih ???

Pergi ke masa lalu, pastinya mengingat kenangan-kenangan kita, trus pergi ke zaman dinosaurus, skalian foto-foto bareng dinosaurus biar jadi foto profile di facebook, atau kita ke zaman papa dan mama kita waktu masih muda, ngeliat gimana sih mereka pacarannya, hehehhe.. atau kita pergi ke zaman koboi, kita latihan naik kuda dan belajar menembak.

Nah klo pergi ke masa depan, enaknya ke mana yah, mungkin tujuan pertama adalah ke rumah kita di masa depan, jadi seperti apa diri kita di masa depan, dan pastinya liat siapa calon pasangan kita..ehm..ehm... Trus baru deh keliling dunia dan muter-muter melihat peradaban yang berkembang, teknologi yang semakin maju.

Wah, klo namanya berimajinasi, pasti nggak akan ada habisnya. Tapi kayaknya sangat nggak mungkin deh ada yang namanya mesin waktu, walalupun teknologi sudah secanggih apapun, nggak akan tercipta yang namanya mesin waktu kayak di film doraemon. Waktu itu mutlak milik Tuhan, dan tidak dapat dimajukan atau dimundurkan seenak kita aja.

Ngomongin tentang waktu, masih inget nggak di kejadian 1, mengenai penciptaan. Menurut kalian apa yang Tuhan ciptakan pertama? Di kejadian 1:1 sih bilang langit dan bumi. Tapi coba perhatikan dengan seksama kata-kata dalam ayat itu :

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Kejadian 1:1

Liat kata pertama, PADA MULANYA, klo aku berfikir bahwa hal pertama yang Tuhan ciptakan bukannya langit dan bumi, tetapi waktu. At the beginning, menandakan bahwa adanya waktu, adanya permulaan, dan awal dari segala sesuatu, termasuk waktu itu sendiri.

Kalaupun waktu ada ukurannya, baik itu detik, menit, jam, hari, minggu, tahun bahkan abad, tapi ternyata waktu itu tak terbatas, continue dan tidak dapat diulang. Banyak orang yang telah menyia-nyiakan waktu dihidupnya berakhir dengan keputusasaan, sedangkan orang yang memaksimalkan waktu yang ada akan selalu memiliki awal untuk segala sesuatunya. Aku melihat bahwa ada 2 tipe manusia, orang yang hidup untuk masa lalu, dan orang yang hidup untuk masa depan. Dan itu bisa terlihat dari pertanyaan di awal tadi, seandainya punya mesin waktu, manakah yang akan kamu kunjungi pertama masa lalu atau masa depan??

Aku pernah baca buku yang menyatakan bahwa tidak ada yang namanya hari ini. Karena sebenarnya hari ini (hari yang sedang kita jalani) adalah masa depan dari masa lalu kita dan masa lalu dari masa depan. So dengan kata lain, hanya ada masa lalu dan masa depan. Jadi keputusan kita hari ini, akan menentukan masa depan kita dan mengubah masa lalu kita... wahh.. pusing yah ngomongin tentang waktu, hehehhe.

Sebenarnya satu hal aja yang mau aku bagikan, bahwa waktu begitu berharga, sehingga banyak orang berusaha memahaminya, mendefinisikannya, mencari tau dengan hal-hal yang begitu rumit, sementara sangat sedikit yang bisa menikmati, mensyukuri, menjalani dan merasakan waktu itu dengan hal-hal yang sederhana. Waktu adalah anugrah, jadi kita nikmatilah semaksimal mungkin dengan hal yang paling sesimple mungkin.

Hargailah waktu itu, lakukanlah hal-hal yang berguna, jangan ada penyesalan. Klo memang sebagian besar waktu kamu gunakan untuk belajar, pergunakanlah semaksimal mungkin untuk belajar, klo memang sebagian besar waktu kamu gunakan untuk bekerja, nikmatilah pekerjaan itu dan syukurilah, klo memang sebagian waktu kamu gunakan hanya untuk tidur saja, bangunlah lebih awal, rubah pola hidup seperti itu, karena ada begitu banyak hal berguna lainnya yang bisa dilakukan selain tidur, klo memang kamu berkomitmen untuk mengabdikan seluruh hidup dan waktumu untuk Tuhan, jangan sia-siakan itu dan tepati hal itu. Dan ingat bahwa Tuhan menanti-nantikan kamu untuk datang ke hadiratNya dalam doa, sisihkan bukan sisakan waktumu untuk Tuhan, saat teduh, doa-doa pribadi, Puji sembah Dia, dan pelajari dan ingat FirmanNya. Jangan sampai kesibukan kita menjalani waktu kita menjadikan kita lupa siapa yang meberikan semuanya itu. Kita boleh aja study oriented, workaholic, gameholic, workhard playhard, pokoknya sibuk dengan urusan dan kegiatan masing-masing, tapi jangan sampai kita melupakan Siapa yang memberikan semuanya itu. Ingat lho, Tuhan menantikan kita setiap saat.. anytime, anywhere.

Jalani hari demi hari dengan bijaksana yah, karena waktu begitu berharga untuk dilewatkan dan disia-siakan.

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Mazmur 90:12

Yesterday is history, Tomorrow is a mystery, today is a gift.


Baca_selengkapnya......

Artikel - Pokoknya Enggak Adil...

Posted by Michael Pratama November 12 at 5:52pm
facebook Group: KOREM GKPI Citeureup


Ada satu serial kartun Jepang yang cukup aneh.. Jadi ceritanya tuh ada sebuah website yang kalo di akses tepat di tengah malam kita bisa balas dendam sama orang yang paling kita benciiii banget. Caranya tinggal masukin aja nama orangnya, nanti keluar deh setan yang bakal balesin dendamnya. Tapiiiii ada tapinya looh setiap orang yang minta dibalesin dendamnya berarti udah punya perjanjian sama setan, nah kalo mati udah pasti masuk neraka.

Hmm.. Kira-kira kalo website yang kayak gitu bener-bener ada di dunia nyata, banyak gak yah yang bakal bela2in nungguin jam 12 tepat cuma buat masukin nama orang yang paling dibenci?

Kayaknya sih banyak yaa.. Soalnya kalo namanya udah dendaaaam banget, kadang2 manusia enggak peduli tuh mau nantinya masuk neraka juga gak apa-apa. Yang penting dendam terbalaskan, yang penting orang yang udah nyakitin hati kita merasakan sakit yang sama, yang penting orang yang jahat itu bisa dihukum secepatnya..

Kenapa yah kadang kita sulit banget yang namanya melepaskan pengampunan terhadap orang-orang yang menyakiti hati kita?
Mungkin.. Karena kita ngerasa itu gak adil!! Enak aja orang udah nyakitin kita, udah bikin hidup kita menderita.. Eeeh.. Masa kita mau maafin semua kesalahannya dengan gampang? Pokoknya itu enggak adil!

Yup bener banget tuh.. Emang enggak adil! Malah ada yang lebih enggak adil lagi loh.. Yaitu waktu manusia yang jatuh ke dalam dosa.. Eh, Yesus yang harus menebusnya di kayu salib, trus dengan enaknya semua manusia yang berdosa cukup bertobat 'n percaya sama Tuhan Yesus bisa masuk surga..
:)

Guys, sejak dahulu mengampuni bukanlah bentuk dari keadilan tapi bentuk dari Kasih.. Saat kita merasa tidak mampu untuk mengampuni, minta Tuhan mengajari kita Kasih yang Ia miliki.. Tuhan Yesus pasti akan sanggupkan kita untuk mengampuni :)

Matius 6:14-15 "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."


Baca_selengkapnya......

27 November 2009

Artikel - Jer Basuki Mowo Beo

Posted by Julian Fajar Ariyadhi on Octoberber 23, 2009 on 11:00am at
facebook Group: GKPI Citeureup


Bagi orang yang tidak mengerti bahasa Jawa- khususnya bahasa Jawa kuno- pasti merasa asing dengan pepatah Jawa yang berbunyi "Jer Basuki Mowo Beo". Pepatah itu mengandung arti yang sangat indah, yakni untuk mencapai keberhasilan diperlukan biaya atau pengorbanan.Pepatah tersebut telah dikenal beberapa ratus tahun yang lalu, namun artinya tidak pernah usang dan selalu sesuai dengan keadaan kehidupan manusia dewasa ini. Setiap orang, khususnya masyarkat Jawa, tak dapat menyangkal kebenaran arti pepatah itu.

Banyak contoh dalam kehidupan sehari- hari yang membuktikan kebenaran pepatah tersebut. Bila seseorang ingin meraih cita- citanya untuk menjadi seorang dokter, maka dia harus giat dan tekun; dan ini tentunya harus didukung oleh biaya yang cukup. Untuk itu, mereka berani mengorbankan waktu, mengorbankan kesenangan untuk tidak berhura-hura, mengorbankan tenaga dan bertekun dalam setiap pelajaran. Pada akhirnya, sederet pengorbanan itu akan membuahkan keberhasilan bagi dirinya.
Seorang karyawan di sebuah perusahaan harus bekerja selama 25 tahun baru bisa mencapai posisi sebagai direktur keuangan. Keberhasilan yang dinikmatinya itu tak terlepas dari jerih payah selama mengabdi di perusahaan tersebut. pada awal masuk perusahaan itu ia hanyalah seorang kurir untuk mengantar surat, mengambil dan menyetor uang ke bank. Namun, kejujuran, kesetiaan dan disiplin yang selalu dilakukannya kepada perusahaan tersebut menjadi modal utama baginya untuk dapat meningkatkan jenjang karirnya. Perusahaan tidak menutup mata atas prestasi yang ditunjukkan oleh karyawannya. Peningkatan demi peningkatan karir dari tahun ke tahun semakin nyata. Keberhasilan yang diraih tak terlepas dari pengorbanan sepanjang perjalanan hidupnya.
Suatu pengorbanan akan membuahkan keberhasilan. Hal itu dapat pula kita lihat dari pepatah di bawah ini:

Berakit- rakit ke hulu, berenang- renang ke tepian.
Bersakit- sakit dahulu, bersenang- senang kemudian.

Pepatah tersebut mengandung arti agar berani berkorban, siap untuk merasakan kepahitan hidup, karena pengorbanan yang dilakukannya akan membuahkan hasil yang akan membahagiakan dirinya. Pepatah itu sangat cocok untuk dihayati dan diterapkan, khususnya oleh para pemuda dan remaja, agar dirinya tidak memburu kesenangan semata, berfoya- foya untuk hal- hal yang tidak berguna dan tanpa tujuan, pemborosan dan hura- hura yang tidak bermanfaat. Orang yang biasa hidup dalam kesenangan dan kehingar- bingaran akan merasa berat apabila menghadapi kepahitan hidup, karena mental yamg terbentuk bukan mental yang tahan uji tetapi mental yang mudah menyerah.
Kepahitan hidup, bersakit- sakit dahulu, pengorbanan, semuanya itu bertujuan untuk melatih rasa prihatin dan pembentukan mental yang kuat. Hal itu tidak berarti bahwa sepanjang hidupnya seseorang harus mengalami kepahitan maupun kesakitan, tetapi yang utama adalah rela meninggalkan kesenangan demi tercapainya tujuan yang hendak diraih. Kehidupan pemuda yang hanyut dalam pergaulan yang kurang bertanggung jawab, akan melupakan falsafahnya semula, karena mengutamakan kesenangan diri tanpa memikirkan masa depannya.

Kehidupan orang Kristen juga seperti yang diajarkan pepatah di atas, harus berani berkorban dalam berbagai hal. Mengorbankan waktu, tenaga, materi untuk membantu orang yang kekurangan, dan mengorbankan kesenangan demi memenuhi panggilannya sebagai pengikut Tuhan. Memang, untuk menjadi orang Kristen tidak mudah dan--dalam istilah Alkitab-- harus berani memikul salib. Hal itu berarti rela meninggalkan kebiasaan lama, tidak mengikuti kemauan sendiri dan menanggalkan kegemaran serta kesenangannya. Mungkin pada awalnya akan terasa sakit dan pahit, tetapi itulah tugas panggilan yang harus diemban dan dilakukan sebagai jemaat Tuhan. Matius 10: 38 mengatakan:" Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak layak bagi-Ku".

Sebuah lagu anak- anak Sekolah Minggu mengatakan bahwa jalan untuk mengikut Tuhan adalah jalan yang sempit dan jalan yang lebar menuju kebinasaan. Jalan yang sempit menggambarkan jalan yang tidak leluasa dan pasti tidak enak. Tetapi, setelah dapat melewati jalan yang sempit, di ujung sana menanti keselamatan dan kehidupan kekal. Bersakit- sakit dahulu, bersenang- senang kemudian, mengandung arti yang tidak jauh berbeda dengan tujuan iman Kristen yang merupakan tugas yang harus dipikul oleh setiap jiwa- jiwa Kristen.

Orang Kristen yang masih tetap mempertahankan kesenangan dirinya dan tidak berani berkorban untuk memenuhi panggilan sebagai umat Krisdalam kerajan sorga. Kesenangan duniawi yang bersifat sementara tidak dapat berlanjut setelah manusia meninggalkan dunia ini. Sebaliknya, perjuangan hidup dengan segala pengorbanan untuk memenuhi panggilan Tuhan dan menjadi pengikut- pengikut yang setia, maka kesenangan dan kebahagiaan abadi bersama Tuhan yang tidak pernah habis akan diraih dan diterimanya.
Jer basuki mowo beo, sebenarnya hanya dua kata yang menjadi arti pokok dari pepatah itu, yaitu basuki dan beo. Basuki adalah keberhasilan dan kesenangan, sedangkan beo adalah biaya dan pengorbanan. Inging berhasil memerlukan biaya dan pengorbanan. Tetapi, setiap biaya dan pengorbanan yang tidak bertujuan, yang hanya menjurus kepada kesenangan duniawi merupakan pengorbanan yang sia- sia. Orang rela mengeluarkan banyak uang untuk berfoya- foya, memberikan waktunya berjam- jam untuk suatu hiburan yang berdampak negatif, bercerita dan bercengkerama yang tidak jelas arah dan tujuannya. Pengorbanan sedemikian akan hilang dalam sekejap dan kesenangan yang diperolehnya hanya sesaat.

Firman Tuhan mengajarkan kepada umat-Nya, agar setiap insan Kristen berani memikul salib, mengorbankan diri, dan bersedia meninggalkan kesenangan duniawi dengan satu tujuan untuk mengikut jalan Tuhan. Pengorbanan yang demikian bukanlah pengorbanan yang sia- sia, tetapi pengorbanan yang pasti mendatangkan keberhasilan dan kehidupan yang kekal. Oramg Kristen yang tidak dapat bertahan dalam mengikut jalan Tuhan yang serba sulit dan sempit, biarlah pada saat ini diingatkan kembali akan panggilan Tuhan kepadanya agar tetap bertahan di dalam Dia. Sehingga pada akhirnya, setiap umat-Nya layak sebagai penerima mahkota kerajaan Allah dan kehidupan yang kekal.
Matius 16: 24 mengatakan:" Lalu Yesus berkata kepada murid- murid-Nya:' Setiap orang yang mau mengikut Aku ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku'".


Baca_selengkapnya......

12 November 2009

Artikel - Penyesalan

Posted by Martina Maranatha Yusnita Sandra November 12 at 2:14pm
facebook Group: KOREM GKPI Citeureup


Seorang pemuda sebentar lagi akan diwisuda,sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana, akhir dari jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku pendidikan.

Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia yakin banget nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu. Dia pun berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya,
bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan keteman-temannya.

Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya. Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga akan anaknya, dan betapa dia mencintai anaknya itu. Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,... bukan sebuah kunci ! Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa dia membukanya. Dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Kitab Suci yang bersampulkan kulit asli, dikulit itu terukir indah namanya dengan tinta emas. Pemuda itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak, "Yaahh... Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah, ayah belikan alkitab ini untukku ? " Lalu dia membanting Kitab Suci itu dan lari meninggalkan ayahnya. Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia berdiri mematung ditonton beribu pasang mata yang hadir saat itu.

Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses, dengan bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang yang terpandang. Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi istri yang cantik dan anak-anak yang cerdas. Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri. Sejak hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak pernah menghubungi dia. Dia berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu, hanya untuk meyakinkan dia betapa kasihnya pada anak itu. Sang anak pun kadang rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat mendendam.

Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya itu. Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya. Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap jelak terhadap ayahnya. Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia menelusuri semua barang dirumah itu. Dan ketika dia membuka brankas ayahnya, dia menemukan Kitab Suci itu, masih terbungkus dengan kertas yang sama beberapa tahun yang lalu. Dengan airmata berlinang, dia lalu memungut Kitab Suci itu, dan mulai membuka halamannya. Di halaman pertama Kitab Suci itu, dia membaca tulisan tangan ayahnya, "Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain. Dan Tuhan Maha Kaya dari segala apa yang ada di dunia ini"
Selesai dia membaca tulisan itu, sesuatu jatuh dari bagian belakang Kitab Suci itu. Dia memungutnya,.... sebuah kunci mobil ! Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan ! Dia membuka halaman terakhir Alkitab itu, dan menemukan di situ terselip STNK dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. dan sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu. Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil sport
yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok ke dalam. bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto, foto ayahnya, sedang tersenyum bangga. Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk di samping mobil itu, air matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang tak mungkin diobati........

SEBERAPA MAHAL DAN BERHARGANYA KITA PERNAH KEHILANGAN SEBUAH BARANG, NAMUN TAK SEMENYESAL JIKA KITA KEHILANGAN ORANG-ORANG YANG KITA CINTAI (Sebelum kita meminta maaf padanya


Baca_selengkapnya......

11 November 2009

Artikel - FAMILY = (F)ather (A)nd (M)other, (I), (L)ove, (Y)ou

Posted by Martina Maranatha Yusnita Sandra November 5 at 8:59am
facebook Group: KOREM GKPI Citeureup


hemm crita ni , mgkin bsa bqin xan ngerti sebuah arti tersirat dari keluarga . .

nice mirror

Saya menabrak seorang yang tidak dikenal
ketika ia lewat. “Oh, maafkansaya” adalah reaksi saya.
Ia berkata, “Maafkan saya juga; Saya tidak melihat Anda.”

Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan.
Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.
Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan
orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda.

Pada hari itu juga, saat saya tengah
memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di
samping saya. Ketika saya berbalik, hampir
saja saya membuatnya jatuh. “Minggir,” kata saya
dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak
menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.

Ketika saya berbaring di tempat tidur, seolah dengan halus Tuhan berbicara padaku,
“Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, kesopanan kamu
gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan
dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan
beberapa kuntum bunga dekat pintu.”
“Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning
dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang
akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu.”

Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes.
Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat
tidurnya, “Bangun, nak, bangun,” kataku.
“Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?”

Ia tersenyum, ” Aku menemukannya jatuh dari pohon. Aku
mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu.
Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru”.

Aku berkata, “Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu; Ibu
seharusnya tidak membentakmu seperti tadi. “

Si kecilku berkata, “Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”
Aku pun membalas, “Anakku, aku mencintaimu juga,
dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru.”

Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok,
perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan
mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari?
Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan
kehilangan selama sisa hidup mereka.
Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita
ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang
bijaksana, bukan?

Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas?

Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA?
Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.
FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER, (I), (L)OVE, (Y)OU


Baca_selengkapnya......

07 Oktober 2009

Artikel - Bermanfaat atau Sia-sia

Posted by Michael Pratama November 9 at 6:52pm at
facebook Group: KOREM GKPI Citeureup


Suatu ketika di sebuah peternakan, ayam dan sapi sedang ngobrol mengenai kelebihannya masing-masing dan seberapa bergunakah mereka bagi manusia.

Ayam : Klo menurutku sih aku yang paling berguna bagi manusia, liat aja mereka begitu sangat membutuhkanku, dari telurku mereka bisa mereka bisa membeli traktor baru.

Sapi : ahhh, gitu aja sombong, liat donk diriku, dari tiap tetes susu yang kuhasilkan, mereka bisa membeli sebidang tanah.

Tiba-tiba datanglah seekor babi dengan muka yang muram dan terlihat sedih,

Babi : Bagi manusia, setiap potong dagingku hanya bisa mengenyangkan mereka selama beberapa jam saja (hiks..hiks..hiks..)

Waduh...waduh.. kasian sekali si babi, padahal tidak taukah dia bahwa dagingnya enak disantab...hehehehhehehe....

Tenag..tenang... kita bukan mau ngomongin si babi kok. Dari percakapan hewan-hewan di atas, ada pelajaran penting yang bisa kita ambil. Seberapa bergunakah hidup kita di dunia ini. Seberapa berdampakah kita di lingkungan kita, dan seberapa pentingkah diri kita bagi orang-orang terdekat kita.

Guys, pernah ngga kalian merenung di tengah malam yang hening, gelap dan dingin, sembari menatap langit-langit kamar kalian masing-masing dan berkata “ Kira-kira klo ngga ada aku di dunia ini, apa jadinya yah ? ”.

Seandainya ngga ada Thomas alva Edison mungkin nggak akan pernah tercipta yang namanya lampu, klo ngga ada yang namanya alexander graham bell mungkin kita akan tetap melestarikan budaya menulis surat dengan merpati pos. Klo aja Robert Boyle dan John Walker ngga pernah dilahirkan, maka korek api nggak akan tercipta. Seandainya Nikola Tesla ngga ada, wah nggak ada tuh yang namanya motor.

Dan seandainya Yesus nggak turun ke dunia dan menjadi sama dengan kita, nggak ada yang namanya PENEBUSAN DAN KESELAMATAN.

Hidup bukan hanya sekadar hidup aja, harus ada dampak yang kita buat, ada teladan yang kita tinggalkan, dan ada sebuah tujuan yang harus kita lakukan dan kejar. Semua nama yang aku sebutkan di atas memberikan peranan penting bagi dunia, bahkan peranan yang sangat penting. Mereka memiliki suatu tujuan, suatu motivasi untuk menciptakan sesuatu, untuk membuat perbedaan, membuat menjadi lebih baik. Hidup bukan hanya sekadar terlihat hidup, tapi benar-benar hidup dan dapat membuat orang lain merasakan hidup itu sendiri. Itulah yang namanya dampak.

“ Aku ngga minta untuk dilahirkan di dunia ini.”

Pernah dengar perkatan itu, atau mungkin ada beberapa dari kalian yang telah dan akan mengucapkan perkataan itu karena suatu hal. Aku mau bilang, bukan karena kita pengen ada di dunia ini makanya kita ada di dunia ini, tapi karena Tuhan merencanakan kita ada di dunia ini, makanya kita ada di dunia ini. Guys, jangan pernah menyesali hari kelahiranmu, jangan pernah menyesali kehidupanmu, jangan pernah menyesali keberadaanmu. Tuhan yang merencanakan semua itu, dan Tuhan ingin kita ada di dunia ini karena sebuah alasan, sebuah tujuan dan suatu sebab.

Tuhan tempatkan kamu di keluarga yang “berantakan” karena suatu alasan, Tuhan tempatkan kamu di sebuah komunitas juga karena suatu alasan. Tuhan “mendamparkan” kamu di sekolah yang antah berantah, atau di tempat yang sama sekali kamu ngga inginkan karena suatu alasan juga. So yang perlu kita lakukan bukannya sibuk menyesali diri, sibuk menyalahkan diri, atau bahkan menyalahkan Tuhan. Justru kita harus peka dan bahkan penasaran sama rencana Tuhan, minta sama Tuhan untuk membuat kita mengerti dan memahami jalan dan cara kerja Tuhan, dan percayalah bahwa Tuhan sedang menjalankan rencana yang terbaik buat kamu. Kalopun kamu ngga bisa memahami dan mempercayai rencana Tuhan sekalipun, percayalah kepada hatiNya Tuhan. Trust His Heart.

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11)

Perhatikan sekelilingmu, apakah kehadiran kamu membuat mereka tersenyum, apakah dengan ada kamu ada jawaban yang didapatkan?? Apakah melalui kamu ada teladan hidup yang bisa dikuti?? Apakah hidupmu membawa dampak dan berguna bagi orang lain?? Dan apakah melalui kamu banyak orang semakin mengenal dan melihat Yesus secara nyata??

Jangan sampai kita baru dirasakan berguna saat kita udah nggak ada lagi, yah seperti si babi dalam cerita di atas.

Buatlah dirimu berguna, jadilah dampak, dan jadilah berkat. Pahamilah tujuan hidup dan rencana yang Tuhan design buat kamu, bahwa kamu hidup bukan hanya untuk terlihat “hidup” tapi untuk menjadi hidup bagi sekitarmu.

......Ngga ada lo ngga rame.......

Gbu.


Baca_selengkapnya......